Desir angin menerpa masyarakat yang berjalan untuk pulang dari pekerjaannya. Para petani pulang memikul cangkul sembari membawa hasil kebunnya, para pedagang berjalan pulang membawa hasil jualannya. Namun, berbeda dengan Pak Juliyanto yang baru akan menuju kandang kambingnya sebelum matahari ditelan gelapnya malam.
Dusun Traju yang berada di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menjadi saksi jerih payah Pak Juliyanto mengelola peternakannya. Berawal dari dua ekor kambing, Pak Juliyanto dapat mengembangbiakkannya hingga saat ini berjumlah 45 ekor. “[Awalnya] dua ekor, terus tambah lagi kan, yang di situ berkembang biak. Ya kira-kira dari sekarang udah nyampe 45 ya,” jelas Pak Juliyanto.
Pak Juliyanto menggantungkan hidupnya pada hasil perahan susu kambing miliknya. Setiap hari Pak Juliyanto dapat memerah susu sebesar 35-37 liter susu. “Kira-kira 35 [liter], 36 [liter]. itu malah kemarin dapat 37 [liter],” ujar Pak Juliyanto. Hasil produksinya dimasukkan ke freezer terlebih dahulu, lalu setelah penuh langsung dibawa ke pengepul di Kecamatan Srumbung, Magelang.
Harga jual pasaran per liter susu kambing ke pabrik berkisar di angka Rp15.000. Namun, menurut Pak Juliyanto, harga tersebut tidak stabil. “Kalau di pabrik itu kan naik turun harganya. Kadang ya pernah nyampe 20 ribu, 19 ribu, tapi sekarang lagi turun,” ujar Pak Juliyanto. Hal itu disebabkan oleh kelebihan kapasitas yang terkadang dialami pabrik. Akibatnya, tak jarang mereka tidak mau menerima susu dari peternak lokal.
Oleh karenanya, untuk mengamankan pasar susu kambingnya, Pak Juliyanto istiqomah menyetorkan barang dagangannya itu kepada satu pengepul. “Misalnya udah sama pengepul satu, yaudah kita ngikut pengepul itu satu terus gitu. Jadi kan mau laku mau engga, kita tetap tergantung sama pengepul. Jadi pengepul itu pun [harus] tanggung jawab lah ya kan,” jelas Pak Juliyanto. Meskipun harga pasar susu kambing tidak pernah menemui kepastian, serta begitu banyak halang rintang yang dihadapi, Pak Juliyanto tetap tersenyum dan menjalani hari dengan bahagia sebagai peternak susu kambing.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook