Di balik rimbunan dedaunan hijau serta rumah-rumah dengan jarak yang agak berjauhan terdapat UMKM yang sudah mandiri. Dusun Keji, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung adalah tempat UMKM Kopi Robusta bernama Coffee Anggrek berdiri. UMKM tersebut dimiliki serta dikelola sendiri oleh Pak Zubian.
Pak Zubian membuka UMKM ini sejak 2 tahun yang lalu dengan tenaga sendiri. “[Mulai produksi] sekitar 2 tahun yang lalu,” ujar Pak Zubian. Selama itu, beliau menjalani produksi kopi mulai dari penanaman, panen, pemilihan biji kopi, sampai pengemasan kopi yang sudah menjadi bubuk.
Namun, Pak Zubian belum bisa melakukan proses roasting kopi secara mandiri karena keterbatasan alat. “Kalau roasting-nya masih pakai jasa. Belum punya alatnya, karena mahal,” jelas Pak Zubian. Biasanya Pak Zubian menggunakan jasa roasting kopi di daerah Kecamatan Kaloran.
Setiap bulan, Pak Zubian mampu memproduksi kopi bubuk berkisar 3-4 kg. Kopi yang sudah dikemas dijual di warung-warung terdekat yang mau menerima. Namun, apabila terdapat pesanan, produksi kopinya bisa mencapai 5 kg. “Paling 3-4 kilo ya, kadang-kadang cuma ditaruh di warung. Ya kadang-kadang ada pesanan di luar kan bisa 5 kilo,” ujar Pak Zubian.
Dalam memproduksi kopi, Pak Zubian tidak mementingkan kuantitas untuk keuntungan yang lebih besar. Pak Zubian lebih memilih menjaga kualitas kopinya untuk menjaga konsistensi aroma dan rasa. Oleh karena itu, produksi kopi dilakukan ketika stok kopi sudah mulai habis. “Tapi kalau habis [kopinya], baru bikin lagi gitu aja. Untuk menjaga kualitas kan,” ujar Pak Zubian.
Pak Zubian mematok harga satu kemasan 150g kopi robustas sebesar Rp25.000. “[Untuk ukuran 150g harganya] 25 ribu,” ujar Pak Zubian. Ukuran 150g paling banyak diminati daripada ukuran kemasan lain seperti 100g, 200g, 250g dengan harga yang berbeda.
Terdapat cerita yang unik dibalik penamaan Coffee Anggrek. Awalnya Pak Zubian hanya berjualan bunga anggrek. Suatu hari, ia berpikir bahwa pelanggan yang ingin membeli anggrek dapat sekaligus nongkrong dan berbincang sembari menikmati kopi. Munculah inovasi untuk berjualan anggrek dan kopi. “Ya karena jualan anggrek sama kopi. Nongkrong-nongkrong kan juga ada kopi. Kan juga ada yang nongkrong beli kopi kan sekaligus. Ngobrol-ngobrol kan lebih asik gitu,” cerita Pak Zubian sembari tertawa kecil.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook